Ketika Semua Bermain dalam ANGAN.....
Hari ini ketika kuperlihatkan tangisku disandaranmu tak terasa pejaman mataku mengingat semuanya terlalu dalam hingga akupun sendiri terdiam membisu,apakah ini Angan yang selalu tersembunyi dalam sajak kalimat aakah ini yang selalu dikatakan bahagia,namun semua terdiam menikmati kebisuan yang tercipta diantara kita,entahlah ini kita atau aku saja, bagaikan menyelipkan pedang dibalik selipan hati yang memarnya belum tersembuhkan dari luka kemarin,ingin kuluapkan semuanya dalam dendam amarah yang menyatu dengan egoku, namun dari sisi kananku memberi tau tak ada yang lebih dari sekedar mengikhlaskan dan mengatakan aku baik-baik saja. Ini semua belajar tentang luka, ini semua belajar tentang rasa yang harus selalu terpahami walau tak begitu jelas walau itu tenang namun disatu sisi ada sosok yang ingin menghujam semua keegoisannya dengan kalimat yang bertubi-tubi,entah.....
Disandaran itu ia selalu bertanya apa yang diiinginkannya, dan sekita sebuah titik cerah mengatakan "Terbanglah bersama ANGAN dan engkau akan menemui yang ter-Kasih tanpa satu bebanpun yang kau rasa ataupun tanpa logika yang harus mengajar..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar